Pembinaan Prestasi dan Olimpiade

2Slider Pembinaan Prestasi dan OlimpiadeJenis Pembinaan
Kegiatan Pembinaan Olimpiade dilaksanakan di tiap satuan pendidikan tingkat sekolah, dengan mekanisme sebagai berikut:
1. Pembinaan Akselerasi Materi
a. Pembinaan akselerasi dilakukan di masing-masing satuan pendidikan;
b. Pembinaan akselerasi merupakan percepatan pemberian materi di awal semester;
c. Pembinaan berupa pemberian meteri dasar yang wajib dikuasai oleh siswa sebagai prasarat bisa memecahkan masalah;
d. Pembinaan akselerasi dilakukan seminggu 5 X 40 menit/minggu;
e. Pembinaan dilakukan oleh pembina pendamping, dengan materi yang telah dikoordinasikan dengan pembina utama.
2. Pembinaan Reguler
a. Pembinaan regular diselenggarakan oleh masing-masing satuan pendidikan dengan tetap menggunakan waktu efektif pembelajaran selama 5 X 40 menit/minggu;
b. Pembinaan regular merupakan pemberial latihan soal olimpiade dan pembahasannya;
c. Pembina utama mendapatkan waktu khusus tidak mengajar dalam satu kelas pembelajaran normal, sehingga bisa melakukan pembinaan secara intensif;
d. Satuan pendidikan merancang jadwal kegiatan pembinaan regular dan harus diserahkan ke tingkat lembaga;
e. Pembinaan regular diperkenankan menambah waktu di luar jam belajar efektif hanya dengan persetujuan resmi dari lembaga;
f. Pembinaan regular juga melibatkan pembina honorer dengan tetap dipantau pembina utama dari lembaga.
3. Pembinaan Intensif
a. Pembinaan intensif dilaksanakan ketika menjelang diikutkannya lomba atau olimpiade di tingkat regional atau nasional;
b. Satuan pendidikan telah melakukan prediksi pelaksanaan berbagai kegiatan lomba/olimpiade;
c. Satuan pendidikan memilih perwakilan siswa yang akan mengikuti lomba menjadi tim olimpiade;
d. Pembinaan intensif dilakukan oleh pembina utama memantau secara intensif;
e. Perkembangan siswa dievaluasi untuk mendapatkan siswa terbaik yang akan didelegasikan dalam lomba tk regional atau nasional saat mengikuti lomba/olimpiade;
f. Waktu pelaksanaan pembinaan intensif adalah 5 x 40 menit/minggu.
4. Training Centre
a. Training Centre merupakan pembinaan persiapan OSN/IMSO/tingkat Kota/Propinsi/Nasional/Internasional;
b. Training Centre dilakukan agar nuansa dan atmosfir olimpiade bisa dirasakan para siswa yang akan mengikuti olimpiade;
c. Tim olimpiade dan pembina dikarantina ditempat khusus sehingga bisa lebih konsentrasi dalam mengikuti pembinaan olimpiade;
d. Karantina dilakukan secara terpadu ditempat yang telah ditentukan;
e. Training centre olimpiade (OSN/IMSO) tahap pertama untuk mempersiapkan tim olimpiade kota malang atau sederajat, dilakukan ditingkat lembaga setelah berkoordinasi dengan masing-masing satuan pendidikan;
f. Training Centre OSN/IMSO/tingkat Kota/Propinsi/ Nasional/Internasional tahap kedua untuk mempersiapkan tim olimpiade tingkat provinsi/nasional dilakukan dengan mengasramakan (karantina)tim olimpiade utamanya OSN dan IMSO di Guesthouse;
g. Dalam training centre tahap kedua, siswa mendapatkan bimbingan secara menyeluruh dalam satu hari penuh dari para pembina, dalam rentang waktu yang telah ditentukan;
h. Siswa yang mengikuti training centre bersrama adalah siswa yang lolos seleksi tingkat propinsi.

5. Pembinaan Khusus
a. Pembinaan khusus diperuntukkan bagi siswa tim atau bukan tim olimpiade olimpiade berjenjang sampai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh instansi swasta (semacam KUARK, KMNRI);
b. Pembinaan peserta akan diintensifkan yang diatur di tingkat lembaga jika telah melalui proses seleksi dan telah lolos seleksi final tingkat nasional;
c. Pembinaan sebelum final tingkat nasional diserahkan ke satuan pendidikan masing-masing setelah berkoordinasi dengan lembaga;
d. Level kelas yang mengikuti pembinaan menyesuaikan kebutuhan olimpiade masing-masing.