SMA Sabilillah-STIKes WCH gelar Bakti Sosial Bersama.

SMA Sabilillah-STIKes WCH gelar Bakti Sosial Bersama.

Sabilillah-STIKES-WCH-696x522 SMA Sabilillah-STIKes WCH gelar Bakti Sosial Bersama.

MALANG KOTA – SMA Islam Sabilillah adakan bakti social (baksos) dan pengobatan gratis di Kecamatan Dau, Selasa, (5/6). Sekitar 55 warga Dusun Sumberbendo, Desa Kucur mendapatkan santunan sembako.
Agus Budiono, SPd Waka Kesiswaan dan Humas SMA Islam Sabilillah Malang menyampaikan, kegiatan ini serangkaian dari program kegiatan Ramadan Sekolah.

Yang rangkainnya ada bakti sosial di Masjid Nurul Huda dan Mushola Al – Amin. “Kita mengadakan bakti sosial dan pengobatan gratis. Membersihkan area masjid dan musala, serta ada pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat di wilayah tersebut,” ujarnya.

Terkait pengobatan gratis, SMA Islam Sabilillah bekerjasama dengan Stikes WCH (Sekolah tinggi ilmu Kesehatan Widya Cipta Husada) Kepanjen. Lebih dari 100 warga di wilayah tersebut datang untuk melakukan chek kesehatan. “Warga yang datang di periksa tensi, gula, cek kolesterol, dan yang lainnya. Kita juga membagikan obat gratis bagi yang penyakit ringan,” imbuhnya.

Selain membagikan santunan berupa sembako (beras dan gula), uang infak dan bersih – bersih masjid. Dalam acara ini juga turut disumbangkan alat – alat kebersihan, rak Alquran, sarung, dan mukena ke Masjid Nurul Huda dan Mushola Al – Amin serta tadarus bersama warga. “Setelah kegiatan bersih – bersih, siswa – siswi melakukan tadarus bersama warga. Karena hari sekolah, para ibu yang ikut belajar mengaji,” papar Agus.

SMA Islam Boarding School Sabilillah Malang Juara Umum MTQSN Tingkat Nasional

SMA Islam Boarding School Sabilillah Malang Juara Umum MTQSN Tingkat Nasional

PENDIDIKAN – SMA Islam Sabilillah sukses meraih juara umum ketiga nasional di ajang lomba Musabaqoh Tilawatil Quran Siswa Nasional (MTQSN) 2018 yang digelar Universitas Negeri Malang, 27-29 April. Di tiga mata lomba, Kaya Tulis Ilmiah (KTI) kandungan Alquran, Fahmil Quran, dan debat bahasa Inggris Kandungan Alquran, siswa SMAIS berhasil meraih juara.
“Prestasi ini menjadi ajang pembuktian suksesnya program unggulan yang dirancang sekolah. Seperti Assembly bahasa Inggris, English on Stage, pembelajaran tafsir dan juga project based learning,” ujar Waka Kesiswaan SMAIS Agus Budiono kepada Malang Post.
Agus menjelaskan, kegiatan PJBL misalnya, menjadi awal lahirnya ide ilmiah siswa terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Ide tersebut dituangkan dalam sebuah proyek. Siswa pun bisa makin menyempurnakan proyek melalui ilmu-ilmu yang tersurat dalam Alquran melalui pembelajaran tafsir. Tak berhenti sampai disitu, SMAIS juga punya program rutin mengasah kemampuan berbahasa Inggris siswa dalam Assembly. Dengan konsep boarding school, pembinaan di sekolah pun makin mantap dilanjutkan di ma’had.
“Karena itulah siswa berhasil menunjukkan prestasinya di ajang nasional seperti MTQSN ini, karena pembinaan sudah dilakukan maksimal di sekolah dan juga di ma’had,” tegas Agus.
Lomba MTQSN, lanjutnya, diikuti 130 sekolah se Indonesia dengan sekitar 700 siswa. Juaranya berhak mendapatkan golden tiket untuk masuk ke UM. SMAIS menyiapkan lomba ini selama sekitar dua bulan. Siswa yang telah diseleksi, diberi bimbingan intensif untuk memperdalam kandungan Alquran. 

 

M. Abdillah Rahma, salah satu tim KTI pantas berbangga. Karyanya berhasil menjadi juara 1 di lomba kali ini. Ia merancang sebuah alat untuk pendeteksi tanah kering dan penyiramnya. Tim KTI ini juga beranggotakan Hannanto Beni dan Bidriyah Anzela
“Alat ini bahkan sudah dikembangkan pada sebuah lahan di Poncokusumo,” ujar Abdillah.
Abdillah merancang alat tersebut sejak setahun lalu. Berawal dari tugas membuat proyek dalam materi PJBL di sekolahnya. Perbaikan dan penyempurnaan terus dilakukannya sehingga alat bisa dimanfaatkan di lahan pertanian.
“Dulu bahan bakarnya hanya pakai listrik, sekarang sudah dikembangkan dengan solar cell,” bebernya.
Sementara tim Fahmil Quran yang terdiri dari Ahmad Izzudin Rabbani, Eve Salsabila, dan Faricha Zakiya berhasil meraih juara 2. Tim cerdas cermat ini ditantang menjawab pertanyaan seputar dalil ayat atau hadist, fiqih aqidah dan tajwid.
Tim debat kandungan Alquran beranggotakan Humam Daffa Muhammad dan Rania Izzul Jinan Ismail. Tim ini sukses menjadi juara 2 dalam babak adu argumen dari mosi yang dilemparkan juri. Tim ini beranggotakan siswa yang tak hanya menguasai kandungan isi Alquran, akan tetapi juga pintar berbahasa Inggris. (oci/adv)

sumber: https://www.malang-post.com/pendidikan/sma-islam-sabilillah-juara-umum-mtqsn

Untitled-2-725x1024 SMA Islam Boarding School Sabilillah Malang Juara Umum MTQSN Tingkat Nasional

SISMA Radio Mengudara dari Kampus 2 Sabilillah

SISMA Radio Mengudara dari Kampus 2 Sabilillah

PENDIDIKAN –  Syiar pendidikan dari Sekolah Islam Sabilillah Malang (SISMA), semangat itulah yang diusung Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah yang hari ini akan melaunching radio barunya. SISMA 106,7 FM siap mengudara sejak hari ini dari Kampus 2 Sabilillah Jalan Ikan Piranha Atas. Peresmian fasilitas baru yang menelan dana ratusan juta rupiah ini akan dilaksanakan hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Devi Java Prajna Paramitha, Hanif Azizah Saputri dan Shava Vania adalah tiga dari beberapa siswa yang disiapkan untuk menjadi penyiar di radio SISMA FM. Mereka terlihat bersemangat ketika diminta untuk menjajal mic di ruang siaran.
“Kami sudah diajarkan bagaimana mengoperasikan mixer, menghapus dan menambah musik dan juga membuat program,” ungkap Java, salah satu siswa SMA Islam Sabilillah Malang.
Bagi siswa yang punya basic MC ini, cuap-cuap di depan mic bukan hal baru. Namun dia mengakui, yang paling susah adalah mengatur program softwarenya. Meski begitu, Java dan rekan-rekannya bersemangat untuk segera bisa menyapa pendengar SISMA FM.
Studio SISMA Radio yang berada di kawasan Ma’had Putra ini disetting sangat nyaman. Selain peralatan studio yang canggih, ruangannya juga membuat betah. Layaknya studio radio komersil yang sudah profesional. Menurut Kabag Humas LPI Sabilillah Taufiqurrahman M.Pd, pembangunan studio ini menelan dana sekitar Rp 600 juta. Fasilitas ini selain akan menjadi media syiar pendidikan, juga akan mewadahi minat dan bakat siswa dalam bidang broadcasting.
“Radio ini menjadi embrio lahirnya ekstra kurikuler broadcasting di sekolah Islam Sabilillah,” ujarnya. 

 

Tak hanya itu, lembaga berharap, radio ini menjadi nilai plus bagi siswa Sabilillah dalam pembentukan soft skills mereka. Sehingga, ketika lulus dari SMA, bisa mengembangkan minat mereka di bidang broadcasting dalam dunia perkuliahan.
Rahman, panggilan akrabnya menjelaskan, ide pendirian radio ini sudah lama diungkap oleh KH Tholhah Hasan sebagai Dewan Pembina LPIS. Ide tersebut disambut baik tim pengembang Prof Dr AH Rofi’uddin dan Direktur Prof Dr Ibrahim Bafadhal. Semangat yang diusung adalah sarana informasi untuk menguatkan syiar pendidikan Islam.
“Di Sabilillah ini hampir setiap hari ada kegiatan, mulai aktivitas di sekolah hingga pesantren. Semuanya bisa berpotensi disiarkan live melalui radio ini,” bebernya.
Tidak menutup kemungkinan, lanjutnya, siaran bisa dilakukan dengan jam lebih panjang. Sebab, ada kegiatan ma’had di sore hingga malam. Selain itu, secara bergantian, TK, SD, SMP dan SMA akan diundang ke radio untuk mengisi acara.
“Kami juga akan mengundang para tokoh Islam Malang Raya untuk menuangkan ide, gagasan dan pengembangan pendidikan Islam,” tegasnya.
Semangat Sabilillah Menginspirasi Indonesia (SMI) menurut Rahman menjadi bagian terpenting dari keberadaan radio ini. Program-program unggulan yang dimiliki dan dikembangkan akan terus ditularkan kepada sekolah lain baik yang sudah bekerja sama melalui program SMI maupun tidak.
Sementara itu, hari ini, agenda launching Radio SISMA FM akan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah. Rencananya, Ka Dindik Zubaidah akan didaulat untuk melakukan siaran perdana di radio kebanggaan SISMA tersebut. (oci/adv)

sumber: https://www.malang-post.com/pendidikan/sisma-radio-mengudara-dari-kampus-2-sabilillah

Adu Bakat Siswa Berbahasa Inggris

Adu Bakat Siswa Berbahasa Inggris

Malang-Post-1024x878 Adu Bakat Siswa Berbahasa Inggris

MALANG – SMA Islam Sabilillah memilih siswa terbaiknya sebagai Putra-Putri Kartini. Duta tersebut punya tugas istimewa, yakni mengkoordinir temannya untuk lebih aktif berbahasa Inggris.
Pemilihan Putra-Putri kartini SMAIS tersebut digelar sebagai salah satu kegiatan merayakan peringatan Hari Kartini, Sabtu, (21/4/18). Kegiatan dikemas bernuansa internasional dalam program Assembly Bahasa Inggris. Selama kegiatan berlangsung, semua siswa peserta lomba tampil dengan menggunakan  bahasa inggris secara keseluruhan.
Bakat yang ditampilkan siswa diantaranya Role Play, English on air, yel-yel, menyanyi, news reading, tutorial make up dan masih banyak lainnya.
Kepala SMA Islam Sabilillah Malang, Ali Afandi, S.Pd, M.Pd, mengatakan, Inspirasi yang dimiliki Kartini zaman dulu dengan sekarang tentu sudah berbeda.
“Kami memaknai inspirasi tersebut dengan menggelar kegiatan yang dikemas berdasarkan keunggulan SMA Sabilillah Malang yakni Assembly Bahasa Inggris,” ujarnya.
Pada peringatan Kartini ini, lanjutnya, siswa harus berlatih untuk menampilkan bakatnya dengan menggunakan bahasa inggris.
“Ini juga selaras dengan kegiatan harian kami yang rutin diadakan pada Senin sampai Rabu setiap jam istirahat,” kata Ali.
Kegiatan yang diadakan setiap Senin hingga Rabu tersebut adalah English On Stage, siswa diberi waktu untuk menampilkan bakat masing-masing dengan disaksikan temannya. Bahkan pada kegiatan ini tak jarang SMA Sabilillah Malang mendatangkan Native Speaker dari luar untuk  melatih pembiasaan Bahasa Inggris mereka.

 Sedangkan pada Kamis dan Jumat, siswa mengikuti pembiasaan Bahasa Arab. Hal ini menjadi program unggulan SMA Sabilillah yang bertekad untuk membuat lulusannya memiliki kompetensi yang kuat baik dari segi keagamaan, kebangsaan, serta hebat di bidang akademiknya. Sehingga nanti begitu siswa lulus, mereka secara tidak langsung bisa menguasai dua bahasa, Arab dan Inggris.
“Kaitannya dengan peringatan Hari Kartini kami tekankan yakni siswa harus memiliki kepercayaan diri, idealis, dan semangat yang tinggi, namun tentu semuanya perlu diasah. Di sisi lain mereka juga harus memiliki harapan yang tinggi pula, itulah ciri-ciri sekolah yang bagus,” ujarnya.
Sementara itu semangat Hari Kartini juga dimiliki oleh dua siswa SMA Sabilillah Malang, Jihan Tavina kelas XI MIA 2 dan Agung Prakoso XI MIA 1. Menurut keduanya sebagai pelajar kewajibannya adalah lebih semangat belajar, aktif, dan berprestasi supaya pendidikan di Indonesia terus maju.
“Selain itu, kami juga harus memupuk jiwa nasionalisme dan patriotisme, karena dengan kesadaran dari diri sendiri itu bisa menginspirasi dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Jihan.
Ia melanjutkan, sifat Kartini yaitu menginspirasi dengan sifatnya yang beauty membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju baik dari pendidikan maupun kehidupan sosialnya.
Ketua Assembly Bahasa Inggris, Luluk Zianatul Ilmi, S.Pd, menambahkan, kegiatan ini ditujukan untuk menggabungkan antara makna yang terkandung di Hari Kartini dengan kompetensi Bahasa Inggris siswa yang rangkum dalam tema “Bring Beauty to Nation”.
“Meskipun mereka menampilkan dengan menggunakan Bahasa Inggris namun bakatnya tetap ditunjukkan,” kata Luluk yang juga Ketua Panitia.
Dalam kesehariannya, kompetensi Bahasa Inggris siswa terbagi menjadi tiga kategori yakni Advanced, Upper Intermediate, dan Upper. Namun yang tampil pada peringatan Hari Kartini ini diambil representasi masing-masing kelas level paling tinggi.
“Yang memang kompetensinya sudah bagus, itu menjadi kriteria karena nanti ke depan tujuannya untuk mengembangkan Assembly Bahasa Inggris di sekolah kami,” pungkas Luluk. (mg7/sir/oci)

sumber: https://www.malang-post.com/pendidikan/adu-bakat-siswa-berbahasa-inggris